Tuesday, January 25, 2011

Tentang Ikhwah dan Akhwat

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang




Karya ini selalu saya ulang-ulang dan ulang membacanya. Sebab saya sentiasa mahu menjadi seperti baginda.


Bukankah Ar Rasul Qudwatuna?


Ini adalah hasil kopi dan pasta. Tidak ingat mana puncanya. Moga Alah merahmati penulisnya.


******


Seorang remaja ikhwah bertanya pada ibunya:


Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwah sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…


Ikhwah Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya….


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia di hormati didalam rumah…


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…


Ikhwah sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…….


Setelah itu, ia kembali bertanya.


"Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”


Sang Ibu memberinya buku dan berkata.


“Pelajari tentang dia.”


Dia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…


******


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,


“Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”.


Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:


Anakku …


Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya


Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya


Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu


Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan


Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara


Sang ayah diam sejenak sambili melihat ke arah putrinya


“ Lantas apa lagi Abi? ”, sahut putrinya


Ketahuilah putriku …


Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya


Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda


Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa sabar dan syukur


Dan ingatlah …


Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat kelincahannya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatannya dalam pergaulan


Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”


“Wanita Itu Perhiasan Dunia..Seindah Perhiasan Dunia Adalah Wanita Solehah”

4 comments:

~MQ~ said...

pernah baca dulu, ttp sudh lupa.
& kini anta memperingatkn..
terima kasih akhi. (",)

AmirSyafiq said...

like

anik sofiyah mencoba sukses said...

subhanalloh.
izin share

anik sofiyah said...

subhanalloh